Skip navigation

Kucoba lagi tuk berbalik
Menatap jejak yang sempit kuukir
Namun ternyata aku tertinggal
Dari langkah-langkah yang berlalu
Cepat meninggalkan diriku sendiri
Dalam sunyiku

Dan aku,
Tak ingin disini tanpamu
Menanti waktu yang berlalu
Membawa ke batas nanti,
Yang kurasa takkan mungkin
Kutemui selamanya
Tanpa dirimu disisiku

Padi- Disini Tanpamu

Dengerin lagu ini, jd ngerasa ketinggalan kereta… 😛

Sabar kawan, sedang berusaha meninggalkan ketertinggalan.

(dah ah, waktunya balik ngerjain progres)…

Beberapa hari lalu saya harus menerima kenyataan bahwa memang R & D (Researh n Development) itu bukanlah hal yang mudah dan murah. Kenapa begitu???

Begini critanya…

Setelah mempersiapkan beberapa alat dan bahan untuk persiapan running reaktor di Lab Bioteknologi Lingkungan di PAU, ternyata kertas saring untuk melakukan gravimetri hampir habis. Setelah saya hitung-hitung , untuk menyelesaikan penelitian  kira-kira butuh 4-5 pack kertas saring (1 pack isi 100).Hari itu juga saya pergi ke toko XXX untuk beli kertas saring Merek Sartorius Grade 393 diameter 90 mm. Sesampainya di toko…

“Bang, saya mau beli kertas saring ini..” kataku,sambil menunjukkan sampel kotaknya.

“Beli brapa??”kata penjualnya

“mmm.. 4 bang, harganya brapa??” kataku

setelah melihat daftar harga barang, dia berujar “100 dik”.

“seratus itu empat atau satu pack??” tanyaku memastikan…

“satu pack dik”.

Mendengar jawabanya, aku langsung kaget, kalau 1 pack nya seratus, maka aku harus merogoh uang 400rb untuk beli kertas saring saja. Lalu kuhitung uang di sakuku..

“hehehe..bang, kertas saring nya 2 pack aja deh” kataku sambil cengir2..

(soalnya hanya bawa uang pas-pasan… :D)

Untungnya uangnya nanti di ganti, kalau tidak, bisa bangkrut kk.. 😀

kertas saring Sartorius grade 393 ini dia kertas saring gokilnya 😛

Memang, R&D ternyata tidak murah dan mudah… Tapi harus tetap semangat!!

Wah sudah lama juga tidak menulis di blog…:P

Setelah sekian lama, akhirnya jadi juga beberes kosan. Padahal sudah beberapa kali diinisiasi untuk bersih-bersih, namun selalu ada kendala. Hmmm..yang inilah, itulah, lupa, dsb. (fiuuh)

Sabtu kemaren dengan anggota kosan yg seadanya, terealiasasi juga beberes kosan. Padahal sebelumnya belum direncanakan akan dilakukan beberes ini. Keinginan ini timbul secara spontan sehari sebelumnya.(Memang sudah jd kebiasaan, kalo direncanakan sering ada kendala. Tapi kalau secara spontan, langsung beres 😀 )

Udah brapa tahun ya ga di beresin ini kk?? 😛

Wah sudah lama juga tidak menulis di blog…:P

Setelah sekian lama, akhirnya jadi juga beberes kosan. Padahal sudah beberapa kali diinisiasi untuk bersih-bersih, namun selalu ada kendala. Hmmm..yang inilah, itulah, lupa, dsb. (fiuuh)

Sabtu kemaren dengan anggota kosan yg seadanya, terealiasasi juga beberes kosan. Padahal sebelumnya belum direncanakan akan dilakukan beberes ini. Keinginan ini timbul secara spontan sehari sebelumnya.(Memang sudah jd kebiasaan, kalo direncanakan sering ada kendala. Tapi kalau secara spontan, langsung beres 😀 )

In four decades, Singapura build a sizeable, innovative environmental industry and now to aims to supply technology and products to 3% of the global water market in the next 10 years.
As the world moves to address climate change, fossil fuels depletion and rapid urbanization, a need for more eco-friendly products and solutions will accelerate. Cities and nation alike now seek sustainability answers for water and environmental management needs – especially so in Asia, Home to almost three billion people, many living in crowded urban space.
Singapore has come along way since its water rationing days in the 1960s. It successfully turned a vulnerability into strength by investing in research and technology to develop water management and treatment capabilities. Work in the past 40 years has no doubt put us in good stead to tap vast opportunities in Asia and beyond. Today, the country has identified the environment and water industry as a strategic growth area to help diversity the economy. In the next decade, it aims supply technology and products to 3% of the global environment market.
To establish it as global hydrohub, The Singapore Ministry of Environment and Water Resource (MEWR) set up the Environment and Water Industry Concil (EWI) to coordinate efforts of various government agencies. EWI, led by the Public Utilities Board (PUB) –Singapore’s national water agency- and Economic Development Board (EDB), aims to attract more companies to located in Singapore. It also help groom local water and environment players, encourage more companies and research institute to develop cutting-edge technologies, and further export Singapore capabilities to growing market especially in the Middle East and China.
Environmental innovation is no stranger to them. They were an early adopter of innovative solution such as NEWater (Wastewater reclamation) and the Deep Tunnel Sewerage System. The island nation continues to attract and welcome major global water and environment players to use it as test-bedding and piloting base for new environment and water technologies, after which Singapore is often used as a launch pad to expand in to the region. In fact, water and wastewater treatment expertise and technologies developed by leading global players in Singapore are being deployed to their other project around the world. Meanwhile, homegrown firm Hyflux is building the world’s largest seawater desalination plant in Algeria.
Other corporation include GE Water & Process Technologies, which is investing S$130 million over the next decade to establish a world scale Global water R&D Centre at the National University of Singapore. The centre will house 100 researchers with full R&D capabilities to transform innovative concepts into products and solutions to address real-world issues, such as water treatment and system integration, chemical and membrane applications, and ion exchange technology.

ge-water-and-process1
Global engineering consultants Black & Veatch and CH2M-Hill established regional headquarters in Singapore to manage Asia-Pacific operations. B&V also launched a Global Advanced Water Design Centre in 2007, providing engineering design service to support its water project worldwide. B&V’s only such strategic centre outside its U.S. headquarters, it also incorporates a global Centre of Excellence for Desalination.
Siemens Water Technologies also set up its S$50 million Global Water Technologies Research Centre in Singapore. The facility is critical to its plans to become regional competence hub for water and used-water technologies. And, already using Singapore as headquarters outside the USA, Siemens won a S$4 million grant under EWI-organized 2008 Desalination Challenge as well.
Written by Che Kiong GOH (director at the Singapore Economic Development Board ) in WWI vol 24

Pekan kedua Februari ini, aku sudah menginjak minggu kedua kuliah. Akan tetapi teman-teman di Jatim ( Unair dan Brawijaya) ternyata masih liburan. Di Unair baru mulai kuliah bulan Maret, sedangkan Brawijaya minggu ke empat ini sudah mulai perkuliahanya.

Mumpung masih awal-awal kuliah, belum pada sibuk dengan Tugas dan TA aku, jawair, Udin, Arief, Siska, Dewantika, menyempatkan waktu untuk menemani jalan-jalan mereka.

d dekat c'mar

di braga

Have a nice holidays guys!

Seminggu sudah berlalu Kulap “Green Study” ke Surabaya-Paiton-Bali selesai. Bersama teman-teman TL 05 plus Ratih 06 (Ketua Kulap 06) kami  mengunjungi banyak objek yang berkaitan dengan Bidang Teknik Lingkungan (objek-objek  dengan tema air,pengolaan kualitas udara, pengelolaan sampah, dan sanitasi).

Senin,  12 Januari 2009

Kota tujuan pertama adalah Surabaya. Disini kami mengunjugi dua lokasi objek dan silaturahmi dengan teman-teman TL ITS dan Alumni.

Selasa, 13 Januari 2009

Pada hari berikutnya, tempat tujuan selanjutnya ialah PT. IPMOMI (International Power Mitshui Operation and Maintenance Indonesia) Paiton. Salah satu pembangkit Listrik di Paiton yang menyuplai Listrik Jawa-Bali. Kunjungan di Paiton dimulai pukul 11.00 -15.00

Dari Paiton, kami langsung melanjutkan perjalanan ke Bali, dan sampai di penginapan di Jimbaran sekitar pukul 01.00

Rabu.14 Januari 2009

Hari pertama kunjungan di Bali!

Institusi pertama yang di kunjungi disini adalah…….

PDAM Badung.

Kamis, 15 Januari 2009

Pada hari ini  jadwal kunjungan cukup padat, diantaranya :

  • TPA Bangli
  • TPA Suwung
  • DSDP IPAL Terpusat

Jumat, 16 Januari 2009

Seharian Bersama Bali Fokus.

Bali Adalah LSM yang bergerak dalam bidang Lingkungan dan Community Development. Beberapa tempat yang kami kunjungi bersama Bli Made Yudhi :

  • PT. Jimbaran Lestari
  • Sanimas di Banjar Batur Denpasar
  • IPAL Industri tahu tempe di Banjar Batur Denpasar
  • TPA Temesi

Rasanya baru kemarin ketemu mas yg satu ini pindahan ke gandok. Udah ga kerasa dua tahun tinggal sekosan and skarang harus cabut karena udah ketrima kerja di Pertamina (Congratz ya mbaaaah.. SUGOI!!)

Mas yang satu ini emang bisa dibilang istimewa, Pinter banget lah.Klo lihat transkripnya bikin ngiri deh.

Dia sudah punya cita2 dari dulu masuk pertamina, dan seiring transformasi di tubuh pertamina ini dia punya cita2 untuk membawa pertamina lebih hebat.. Keren lah…

Anyway, Kemarin akhirnya kita makan-makan di Gokana teppan yang notabenenya isinya masakan Jepang semua. Berangkat ber empat bareng mas Dagdo dan Amin 08. Kita makan Ramen. (huhu,,,jadi keinget naruto..wkwk)

And pas pulang jadi keinget dengan mas2 yang pernah tinggal di Gandok. Kebanyakan dari mereka menurutku sih bisa dibilang orang2 hebat. Ada yang di Jepang. Ada yang kuliah di Italia dan Hongaria, wew…

Dimanakah diriku setelah ini berlabuh huhu…

YUI – Daydreamer

Dare ni mo shirarenai youna SUPEEDO de Run away
Akai kuruma hashirasete machi o deru no
Genjitsu wa itsumo no TEEBURU no ue Far away
Houzue wo tsuki nagara nemuru

Nee~ SURIRU ga hoshiku naru

Chotto kiken sugiru kara Yametoki na yoto
Iiwaretemo ato ni wa
Hikikaesu you na koto wa dekinai
Atashi ga saigo hitori soko ni nokotte mo
Tatakau no yume no naka kuusou no Daydreamer

Dareka no sakebu koe ga kikoetara Hurry up
Sugu ni tasuke ni yuku kara ne tsutaete
Genjitsu wa motto nasakenai hodo Ah~cry
Umakuikanai to nageiteru

Nee~ yuuki ga hoshiku naru

Sotto kimochi furuwasete kaka to narashite
Tobidashita ima nara
Sukoshi wa jibun wo kaerare sou yo
Atashi wa itsumo hitori konna ketsumatsu wo
Omou dake yume no naka kuusou no Daydreamer

Can I change?
TEREBI de no kodoku na HIIROO tachi
Sonna koto janai no
Motto RIARU ni kagayaki tai no

(I CHANGE ME!!)

Chotto kiken sugiru kara Yametoki na yoto
Iiwaretemo ato ni wa
Hikikaesu you na koto wa dekinai
Atashi ga saigo hitori soko ni nokottara
Kondo koso tatakau no
It’s now or never Daydreamer

Daydreamer

At a speed which no one will be able to know of, Run away
Speeding away in a red car, leaving the streets behind
Reality is on the usual table, Far away
Dozing off while resting my chin on my hand

Nee I want to experience a thrill

“It’s a little too dangerous so it’s better to stop”
Even if I’m told so, there is no longer any way of turning back
Even if I’m the only one left in the end
I’ll fight on in my dreams, a fantasizing Daydreamer

Hearing someone’s cry for help, Hurry up
Pass the message that rescue is on the way
Reality is more pitiful Ah cry
Sighing over the unsuccessfulness of it all

Nee I want courage

Slowly dishing out my emotions, sounding my heels
And lunging out, I feel as though I can change a bit of myself right at this moment
I am always all alone thinking of such an ending in my dreams
A fantasizing Daydreamer

Can I change? Those lonely heroes on television
There’s no such thing, I want to shine more realistically

I change me!!

“It’s a little too dangerous so it’s better to stop”
Even if I’m told so, there is no longer any way of turning back
If I’m the only one left in the end
This time round I will fight on, it’s now or never Daydreamer